Satu harian kemaren aku ngerasa hampaaaaa banget.. Nggak semangat melakukan sesuatu dan ada sesuatu yang menyelinap memasuki hatiku, tapi sayangnya aku nggak tau perasaan apa itu. Bahkan beberapa orang teman kuliahku menegur keanehanku saat itu. Terlihat seperti aku kurang tidur, dan menolak ditawari makanan. Itu bukan aku. Bukan aku yang biasanya...
Hatiku sudah sangat hampa hari itu. Aku berjalan seakan tanpa jiwa karna jiwaku melayang-layang entah kemana. Aku berjalan hanya mematuhi kewajibanku saat itu, begitupun halnya berbicara. Aku memang masih dikenal pendiam, tetapi hari itu aku merasa sangat pendiam. Aku terlalu sibuk mengidentifikasi perasaanku, dan pikiranku pun melanglang buana entah kemana. Tapi aku masih bisa tersenyum kepada mereka yang berinteraksi denganku, aku masih bisa membuat mereka tersenyum bahkan tertawa. Namun, setelah terpisah dari keramaian, aku kembali hampa. Sepi.
Apa yang ku lakukan? Aku kembali menjadi sleeping beauty. Menidurkan diri walaupun kantuk itu tidak ada, sampai akhirnya aku tertidur karna kantuk, dan terbangun di saat orang-orang sudah tertidur dengan pulas. Apa yang aku inginkan? Aku tidak yakin apa yang aku inginkan. Diperhatikankah? Dimengerti oleh orang lain? Mengharapkan ada yang bertanya, memelukku, dan berkata "I know you are NOT OKAY"? Tapi.. bagaimana aku mendapatkan orang itu jika aku sendiri terlalu cuek dan tidak sensitif dengan keadaannya? Egois kan namanya?
Mungkin... Aku perlu menangis dihadapan seseorang. Seseorang yang tidak bertanya, "kamu kenapa?" tapi hanya memelukku dengan erat..
SEMANGATTT mbak Pipit!
BalasHapusMakasih mas yoga.. :)
BalasHapus