Akhir-akhir ini aku memang lebih sering meneteskan air mata. Menumpahkan apa yang aku rasakan selama ini. Menangis ketika teringat kenangan akan mama. Teringat saat melihat tukang gorengan yang menunggui jualannya, padahal 7 bulan lalu dihari yang sama (minggu) aku menunggui gorengannya yang belum matang karena menerima telpon mama ketika aku pulang dari pasar pagi-pagi itu. Aku jadi teringat makanan yang mama makan saat terakhir hidup mama. Semua yang mama inginkan saat itu, aku turuti dan belikan. Hhhhhh….. aku tidak mampu meneruskan tulisanku. Mataku sudah mulai tertutupi butir-butir air mata, tenggorokannku sudah mulai terasa kering dan ludahpun tidak mampu aku dapatkan di dalam mulutku.
Yang jelas, alasanku menangis masih hal yang sama dengan beberapa bulan ini. Teringat kenangan yang menyenangkan bersama mama. Aku bersyukur bisa lebih dekat dan selalu bersama mama satu tahun terakhir, sejak mama memutuskan menetap di Jogja. Aku bersyukur masih bisa mengurusi semua kebutuhan dan menuruti keinginan mama. Aku bersyukur sudah bisa menjadi anak yang baik untuk mama, selalu menemani mama di waktu luangku. Aku yakin selama itu mama merasa bahagia karna selalu ada tawa di wajah mama, bahkan di saat aku menangis sekalipun dihadapan mama. Ya Allah… Sampaikan rasa rinduku yang mendalam untuk mama. Aku percaya jika mama masih bersama kami. Aku bisa merasakan kehadiran mama, bahkan selalu berharap bisa mencium aroma wangi seperti waktu yang sudah-sudah. Yaaa wangi itu adalah mama… :)
0 komentar:
Poskan Komentar