Hidup ini lucu, bagiku dan sebagian orang. Di saat sepasang suami-istri mengharapkan kehadiran anak selama bertahun-tahun pernikahannya, banyak sekali ibu-ibu yang menggugurkan kandungannya karena tidak mau punya anak lagi. padahal usianya masih muda, suami-istri memiliki pekerjaan tetap, dan anak-anaknya sudah TK dan SD. Lucu, saat seorang wanita berusia matang belum mendapatkan jodohnya, wanita lain yang jauh lebih muda darinya bercerai dengan suaminya dan dengan cepat mendapat penggantinya. Lucu, di saat seseorang ingin mendapatkan pasangan yang bisa mengingatkannya akan akhirat, seseorang lainnya mencari pasangan yang berlimpah materi hingga mau mengurusi anak-anak pasangannya dan menelantarkan anak kandungnya sendiri. Lucu, di saat mempelai wanita nervous mendengar ijab kabul yang sedang berlangsung, wanita lain malah tak mengharapkan pernikahan dan menikmati kehidupannya bersama laki-laki yang bukan suaminya secara agama dan hukum.
Lucu ya? Kita terlalu sering tertawa akan lelucon yang dilontarkan orang lain, tetapi kita lebih sering membicarakan kehidupan orang lain. Kita sangat mengenal diri orang lain, tetapi kita tidak pernah mengenal diri kita sendiri. Kita sering disadarkan orang lain akan sikap kita, tetapi kita tidak bisa menegur diri kita sendiri akan kelakuan kita. Kita sering iri dengan kehidupan orang, tapi orang itu justru mengagumi diri kita. kita kadang menganggap diri kita tidak berharga, tetapi orang lain selalu menghargai kita. kita sering berpikir bahwa kehidupan kita kurang beruntung dibandingkan orang lain, tetapi sadarkan kita bahwa lebih banyak orang yang kurang beruntung dibandingkan kita? lucu ya?
Yaa.. Hidup ini lucu karena pikiran kitalah yang membuatnya lucu. Lucu, tapi tidak perlu tertawa karena kelucuan itu tidak pantas untuk ditertawakan, hanya untuk direnungkan. Merenungkan dan menentukan tujuan hidup kita. Bahagia atau tidak. Dunia atau akhirat. Karena hidup adalah pilihan.
0 komentar:
Poskan Komentar