2.2.12

Impianku

Kata orang, kita hidup di dunia ini harus punya mimpi. Dengan mimpi kita jadi tahu akan seperti apa hidup kita ke depan, dan apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita itu. Kalau ditanya mimpiku apa? Aku pengen jadi penulis dan bisa keliling Indonesia. Pengen punya usaha kuliner yang bahan-bahannya dari kebun sendiri. Yes! Pengusaha yang petani. Trus gelarmu nanti untuk apa, pit? Untuk dapetin golongan III/b di Instansi Pemerintahan. Sampai saat ini aku belum ada mimpi buat buka usaha terkait pendidikan yang aku enyam sekarang. Kayaknya aku lebih suka dan nyaman bekerja di suatu tempat yang memiliki sistem yang sudah jelas, bukan membuat sistem sendiri. Tapi aku akan senang hati menerima ajakkan menjadi pembicara di sebuah kelas atau pertemuan tertentu.

Ok itu soal karier. Trus untuk urusan keluarga gimana, pit?

Aku akan menikah saat usiaku masih berkepala dua. Tahun ini aku 26 tahun, dan paling tidak dalam tiga tahun ini Insya ALLAH statusku sudah berubah. Semoga Allah segera mempertemukanku dengan jodoh yang sudah dicatat saat masih dalam kandungan. Amiiinn.. Aku tidak mau pesta meriah saat pernikahanku nanti. Cukup sederhana saja, hanya syukuran setelah akad berlangsung. Semoga saja keluarga besar setuju dan mengerti. Semoga..

Aku masih mempunyai mimpi memiliki rumah di daerah pegunungan yang sejuk bersama keluarga kecilku nanti. Bercocok tanam dikebun sendiri, dan memasak hasilnya untuk makan sehari-hari. Dan tentu saja untuk usaha kulinerku juga nantinya. Aku juga ingin punya anak banyak, lebih dari tiga mungkin. Yang jelas kata dokterku, aku nggak boleh pakai KB hormon karena bisa memicu jaringan yang sudah diangkat 2008 lalu tumbuh lagi. Sepertinya menyenangkan jika rumah penuh canda tawa anak-anak, dan menghabiskan waktu luang bersama mereka melakukan hal-hal yang menyenangkan pula. Memasak, berkebun, bermain, bersenda gulau, jalan-jalan, bercerita tentang rencana-rencana masa depan, dan cita-cita mereka ketika dewasa. So nice! Penuh kebahagiaan dan keceriaan. Pasti papa senang kalau melihat cucunya tumbuh besar dan menjadi kebanggaan keluarga. Iya, papa akan tinggal bersamaku nanti. Semoga suamiku nanti setuju. Amiiinn...

Itulah mimpi-mimpiku. Cukup sederhana bukan? Semoga diamini Malaikat dan dikabulkan oleh Allah. Amiiiiiiiinn.. Kalau kamu, apa saja impianmu? :)

2 komentar: